Get me outta here!

Kamis, 10 November 2016

Persiapan Dinas Untuk Mahasiswa Keperawatan

Sebelumnya saya akan me_repost kiriman saya yang terdapat di blog saya yang terdahulu. http://muggle29.blogspot.co.id/2016/07/persiapan-dinas-untuk-mahasiswa.html
kiriman ini saya buat ketika masih berada di level tingkat satu semester dua, ketika beberapa minggu lagi akan menjalani Dinas pertama di Rumah Sakit.

Oke, langsung saja kita ke pokok bahasan. Semoga ini bisa dijadikan acuan untuk teman-teman sejawat, maupun untuk adik tingkat yang akan menghadapi Dinas di Rumah Sakit.

Untuk mahasiswa keperawatan tingkat 1 yang beberapa langkah lagi naik level ke tingkat 2, khusunya teman-teman angkatan 18 Akper Pemda Kab.Serang (yang katanya sebentar lagi mau beralih jadi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa/UNTIRTA Prodi D3 Keperawatan) *wih sombong nya kau Lailaaa wkwk*
 gimana nih libur panjangnya? Pasti menyenangkan dong ya, walaupun cuma 2 minggu lebih sedikit *uhuk
 Karena ini libur lebaran, otomatis badan juga ikut lebar_an. Awas nanti seragam dinas nya gak muat loooh hihihi...
 Ngomong-ngomong seragam dinas nih, jadi inget setelah libur ini kita mau terjun ke rumah sakit. Yaps, dinas perdana kita cuuuy. Gimana udah ada persiapan belum? Pasti teman-teman semua, termasuk aku bertanya-tanya "apa aja sih yang harus disiapin? " Apa perlu siapin hati untuk terima kenyataan kalau doi gak peka-peka?
Eits, tunggu. Aku gak bahas itu. Sorry, baperan.
Sebenernya aku juga belum ada pengalaman sama sekali terjun ke rumah sakit. Pernah sih, tapi sekedar jenguk orang sakit. Tapi terjun kali ini beda, kali ini kita yang melayani orang sakit. Nah, karena tugas kita melayani dan merawat pasien sebaik mungkin, maka ada beberapa hal yang harus disiapkan dari sekarang. Apa aja ya? Oke kita langsung aja ke pembahasannya.

  1. Jaga Kesehatan
Ini point dasar kita, jaga kesehatan. Saat dinas, kita akan berinteraksi langsung dengan orang sakit, kalau nggak hati-hati dan jaga kesehatan, kita beresiko tertular penyakit dari pasien. Maka dari itu tubuh kita harus fit, makan-makanan yang sehat, kalo bisa kurangi jajan, yang gak biasa minum susu, biasain lah minum susu. O iya, suplemen nya juga jangan lupa. Udah belajar gizi kan? Ayo diterapin.

  2. APD
Apasih APD itu? Mungkin ada beberapa dari teman-teman belum tau. Cup cup cup, jangan sedih dong, sini aku kasih tau *haha APD itu kepanjangan dari Alat Pelindung Diri. Berupa Handscoon non steril satu kali pakai dan masker. Jangan mengharapkan kalo di rumah sakit disediakan kedua alat tersebut, biasanya mahasiswa bawa masing-masing, dan tentunya kita harus bawa banyak buat persediaan. Usulan nih biar gak ribet, kalo mau beli mending kolektif aja sama ketua kelas atau sama ketua angkatannya, atau mungkin bulu dan palu nya jika bersedia untuk direpotkan *hihihi O iya, untuk handscoon itu ada ukurannya, tergantung besar tangan dari tiap individu. Kalo tangan aku yang mungil menggemaskan ini mungkin pake ukuran S *muehehehe.. Dan untuk maskernya, lebih baik jangan beli yang karet, karena jenis yang seperti itu mudah melar. Lebih baik beli yang tali, yang bisa diikat, karena itu akan memudahkan kita untuk mengatur kekencangan.

  3. 5S
Teman-teman pasti masih inget kan dengan 5S ini? Yaps, dari jaman PPSM kita udah dikenalin dengan yang namanya 5S. Siapa sih 5S itu? Darimana asal-usulnya? *dduaaarrr... Bingungkan mau jawab apa. 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Nah, itu 5S. 5S itu udah termasuk dari attitude yang harus dijunjung tinggi sama kita, bukan hanya diberikan ke pasien, tapi juga diberikan kepada keluarga pasien, dan anggota medis lainnya dan bahkan untuk orang-orang disekitar kita. "Terapin 5S nya" "Punten nya mana" "Bilang makasih ke ibu dapur" "Senyumnya keluarin" "Sapa dosennya" "sapa aa sama tetehnya" "sapa temen-temennya" Bla bla bla blaaaaaa.... Dan masih banyak lagi semboyan-semboyan lainnya yang sering banget diucapin senior buat kita pas jaman PPSM, hingga sekarang. *huft "Resek, mau lewat aja harus puntenlah, senyumlah, sapalah, inilah, itulah...." Ayo ngaku, siapa yang suka ngedumel kayak gitu tiap di kamar asrama?๐Ÿ˜ Emangsih kedengerannya risih, tapi itu berguna untuk pembentukan sikap saat kita terjun ke rumah sakit. Coba deh bayangin saat kita akan melakukan tindakan pada pasien, terus tiba-tiba kita masuk ke ruangannya tanpa salam, tanpa senyum, tanpa sapa, sopan santun apalagi gak ada. Kalian tau apa yang diucapkan di benak pasien? "Ini perawat kok gak ada senyum-senyumnya? Asem banget, kayak ketek alay" *ups ๐Ÿ˜ nggak mau kan dikatain ketek alay? Atau mau dikatain Axilla alay sama perawat seniornya? Ayo pilih mana? Haha..

  4. Etika
Etika ini masih ada kaitannya dengan point ke _3. Masih inget ngga di semester satu kita belajar etika keperawatan? Okesip, ingatan kalian sangat tajam. Pastinya inget kan dimata kuliah etika keperawatan kita diajarin cara berjalan yang baik, senyum yang manis semanis madu, dan bertutur kata yang halus. Kayak gimana sih senyum yang manis itu? Apakah senyum yang ditaburi gula pasir diatas bibir? Atau kayak gimana sih jalan yang baik itu? Apa yang berlenggak-lenggok kayak jalan di atas catwalk? Atau seperti apa sih bertutur kata yang halus? Apa yang halusnya kayak tepung? Nggaaa, bukan. Jalan yang baik versi perawat itu, pandangan lurus ke depan, melangkah dengan pasti, cekatan dan elegant, ya intinya ngga tebar pesona. Saat belajar jalan ini, ngerasa ngga sih kalo kita itu berasa anggota kerajaan, atau berasa kayak puteri keraton, atau berasa kayak putra mahkota penerus tahta mungkin? *duh ngayalnya ketinggian neng whahaha" Senyum yang manis, bukan senyum yang ditambahkan pemanis buatan ataupun gula tebu loh ya, senyum yang manis itu senyum yang ikhlas bener-bener dari hati. Beda loh senyum yang berasal dari hati dengan senyum yang dipaksakan. Kalo susah buat senyum, pokoknya munculin aja gambaran kalo orang yang kita ajak senyum itu doi, nah secara refleks bibir kita pasti memunculkan segaris senyum yang menawan *muahahaha... Kalo senyumnya ikhlas gitu kan, obat yang tadinya kerasa pahit, jadi manis karena liat senyum perawatnya yang wow. Jangan heran kalo pasien atau masyarakat sekitar bilang "perawat itu beda ya, kayak ada manis-manisnya gitu" ayoo siapa yang mau dibilang manis?
 Di etika keperawatan, kita juga diajarin untuk jujur. Jujur itu penting!! Contoh dalam hal sederhananya, cuci tangan. Cuci tangan itu modal dasar perawat dalam melalukan tindakan kepada klien, dan itu WAJIB!! Jangan malas-malas lah untuk cuci tangan. Biasakan dari sekarang cuci tangan setiap sebelum dan sesudah beraktivitas, kalo udah terbiasa kan nanti pas di lingkungan Rumah Sakit , kita jadi gak kaku lagi deh untuk cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. Jangan anggap sepele, gak mau kan udah capek-capek dinas, terus pas pulang bawa oleh-oleh penyakit dari Rumah Sakit. Udah diajarin kan 7 langkah cuci tangan? Ayo terapin dari sekarang.

  5. Komunikasi
Terakhir nih. Jangan lupa komunikasinya. Komunikasi itu gak cuma ke pasien aja loh, ke orang-orang di sekitar kita juga. Ingat!! Jika komunikasi kita baik, maka kita akan mendapat respon yang baik juga. "Selamat pagi pak/bu? Bagaimana semalam tidurnya nyenyak tidak? Pagi ini apa ada keluhan? Bapak/ibu sudah sarapan?" Kurang lebih seperti itulah komunikasi terapeutik yang harus diberikan pada pasien, guna membina hubungan saling percaya antara perawat-klien. Jangan lupa, dalam melakukan terapeutik tersebut, perawat harus disertai dengan wajah berseri dan perkataan yang sopan dan santun.

 Oke, kali ini cukup hehe. Itulah pesan aku untuk teman-teman tingkat 1, angkatan 18 Akper Pemkab Serang. Semoga bermanfaat. Dan semangat untuk kita, dinas pertama berinteraksi langsung dengan pasien di Rumah Sakit.
 Semangat, calon-calon perawat hebat dambaan masyarakat.

http://muggle29.blogspot.co.id/2016/07/persiapan-dinas-untuk-mahasiswa.html

0 komentar:

Posting Komentar